Di Bawah Rindangnya Pohon, Penyuluh Agama Kristen Makale Beri Bimbingan Rohani

Makale (Humas Bimas Kristen) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani bagi siswa Kristen. Kegiatan kali ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 6 Makale, dengan suasana berbeda karena digelar di luar ruangan, tepatnya di bawah rindangnya pepohonan di To’Bone, Kelurahan Rante, Kecamatan Makale, Jumat (30/1/2026).

Bimbingan rohani tersebut dipimpin oleh Eunike Quin Mala, yang akrab disapa Quin, dengan menyampaikan Firman Tuhan bertema “Berkata Lemah Lembut” berdasarkan Amsal 15:26. Dalam penyampaiannya, Quin menekankan pentingnya menjaga tutur kata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan bahwa perkataan yang lemah lembut dapat menenangkan hati dan menciptakan suasana damai, sedangkan kata-kata kasar justru berpotensi menimbulkan konflik dan melukai perasaan orang lain. “Kata-kata yang sejuk seperti angin di hari yang panas, menenangkan dan membawa damai. Sebaliknya, kata-kata yang jahat seperti duri tajam, melukai hati dan meninggalkan luka yang terkadang tidak terlihat, tetapi terasa lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Quin mengajak para siswa untuk meneladani sikap Yesus Kristus yang selalu berbicara dengan penuh kasih, bahkan kepada orang-orang yang menyakiti-Nya. “Tuhan mengingatkan kita untuk berkata dengan lemah lembut dan penuh kasih. Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan, apakah kita mau berbicara dengan marah atau dengan kasih. Jika kita mau menjadi murid Yesus, maka kita harus meniru teladan-Nya,” tegasnya.

Kegiatan bimbingan rohani ini turut dihadiri oleh Pepbriani Sombolola selaku pembawa acara, Adriana Selviyanti sebagai liturgos, Linda sebagai gitaris, serta Kepala Sekolah, para guru, dan siswa Kristen UPT SD Negeri 6 Makale.

Pada hari yang sama, bimbingan dan penyuluhan rohani juga dilaksanakan di UPT SMP Negeri 2 Makale, Kelurahan Rante, Kecamatan Makale. Dalam kegiatan tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Jeni Aprillah, dengan Yiska Tambing sebagai pembawa acara dan Febriani Upa sebagai liturgos.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat semakin memahami pentingnya membangun karakter Kristiani sejak dini, khususnya dalam hal menjaga tutur kata, bersikap penuh kasih, dan hidup rukun di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Lind)