(Makale, Humas MTsN 1)__MTsN 1 Tana Toraja melaksanakan kegiatan supervisi kelas sepanjang bulan November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah, khususnya dalam penguatan pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MTsN 1 Tana Toraja. Supervisi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun oleh Wakamad Kurikulum sebagai upaya evaluasi berkelanjutan untuk mendorong layanan pendidikan yang semakin berkualitas.


Kepala Madrasah, Sampe Baralangi menjelaskan bahwa supervisi kelas merupakan langkah strategis yang harus terus dilakukan secara konsisten. “Supervisi perlu dilakukan untuk evaluasi dan tindak lanjut, agar pembenahan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan guru. Harapannya, mutu pendidikan madrasah dapat terus meningkat,” ucap Kamad.

Dalam pelaksanaannya, seluruh guru mata pelajaran dievaluasi baik dari aspek administratif maupun praktik pembelajaran di kelas. Dari sisi administrasi, guru diharapkan mampu menyusun perangkat pembelajaran secara lengkap dan sistematis. Sementara itu, aspek praktik menitikberatkan pada kemampuan guru dalam mengelola kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, serta efektivitas interaksi selama proses belajar mengajar.


Pada Jumat, 14 November 2025, salah satu guru Matematika Hariyati yang disupervisi oleh Nursia membagikan pengalamannya. Ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut memberinya banyak masukan konstruktif. “Sensasi guru disupervisi memang gugup, tetapi ini bisa dilewati dengan beberapa persiapan. Sebagai guru, kita harus terus meng-upgrade kemampuan, belajar hal baru dan memperbaiki kekurangan yang mungkin tidak terlihat dalam keseharian. Supervisi seperti ini sangat membantu saya melihat pembelajaran dari sudut pandang berbeda, sebagai bahan masukan untuk terus belajar,” ucap guru yang sering disapa Cikgu.
Dengan semangat kolaboratif antara guru, pengawas, dan pimpinan madrasah, kegiatan supervisi ini menjadi langkah nyata MTsN 1 Tana Toraja dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berlandaskan cinta. Supervisi tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga ruang untuk tumbuh bersama demi tercapainya pendidikan yang lebih profesional dan berpihak pada peserta didik. (Cikgu)
