Tana Toraja, Humas Kemenag – Rangkaian Natal PUK Kemenag Tana Toraja tahun ini diwarnai dengan pelayanan langsung ke masyarakat melalui program anjangsana yang menyasar warga lanjut usia yang hidup sendiri. Kegiatan ini menjadi salah satu fokus utama panitia dalam memastikan sukacita Natal dirasakan secara merata, tidak hanya di ruang ibadah tetapi juga di rumah-rumah warga yang membutuhkan.
Program anjangsana berlangsung sejak 10 hingga 17 Desember 2025, sebagai bagian dari rangkaian resmi Natal Persekutuan Umat Kristen (PUK) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Para pegawai bergerak menggunakan sepeda motor dan kendaraan pribadi untuk menyalurkan paket sembako hasil sumbangan sukarela.
Koordinator Bidang Anjangsana, Nelayanti Misi, menjelaskan bahwa panitia menetapkan prioritas yang jelas pada tahun ini.
“Banyak warga yang ingin kami bantu, tetapi kami memusatkan perhatian pada lansia yang hidup sendirian. Mereka adalah kelompok yang paling rentan pada hari-hari besar,” ujarnya.
Menurut Nelayanti, kunjungan ini bukan hanya soal menyerahkan paket, tetapi menyapa dan menemani. “Kami ingin mereka merasakan bahwa ada keluarga yang datang,” tambahnya.
Ketua PUK Kemenag Tana Toraja, Arius Damarto Rombeallo, turut memberikan arahan umum dan dukungan kelembagaan terhadap rangkaian Natal PUK Kemenag. Kehadirannya memastikan kegiatan sosial dan peribadatan berjalan sesuai nilai yang dijunjung PUK.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Melyanus Sapang, mengoordinasikan pelaksanaan teknis. Ia memastikan pembagian tim, jalur kunjungan, dan logistik anjangsana tersusun rapi serta berjalan tepat sasaran.
“Kami ingin Natal tahun ini berdampak langsung, tidak hanya dirayakan dalam ibadah, tetapi menjangkau warga yang membutuhkan,” ujar Melyanus.
Peran kedua pemimpin tersebut hadir sebagai penopang agenda kegiatan: satu menguatkan arah organisasi, satu memastikan jalannya pelaksanaan.
Medan berat di beberapa lokasi membuat tim lebih banyak menggunakan sepeda motor daripada mobil. Hal ini memungkinkan para pegawai mencapai rumah warga yang berada jauh dari akses utama. Pada hari pertama, mobil pribadi beberapa pegawai juga digunakan untuk membawa paket bantuan dalam jumlah besar sebelum didistribusikan ke titik kunjungan.
Aksi pelayanan ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Usman Senong. Dalam sambutan pada puncak perayaan Natal, ia menegaskan pentingnya kehadiran aparatur Kemenag di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang turun langsung. Mungkin bingkisannya tidak besar, tetapi kehadiran kita adalah yang paling dirasakan,” ungkap Usman.

Kegiatan anjangsana ini menjadi wujud nyata dari tema Natal PGI–KWI 2025: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Bagi PUK Kemenag, keluarga tidak hanya berarti hubungan darah, tetapi juga relasi kemanusiaan yang menghadirkan kepedulian.
Dengan menyentuh kehidupan para lansia yang hidup sendiri, pegawai Kemenag berupaya membawa kehangatan Natal melalui tindakan nyata—hadir, menyapa, dan menguatkan.
Rangkaian anjangsana dalam rangka Natal PUK Kemenag Tana Toraja akan terus berlangsung hingga 17 Desember 2025. Setiap hari, tim menyambangi titik berbeda untuk memastikan distribusi bantuan merata dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, pegawai Kemenag Tana Toraja menunjukkan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas administratif. Pelayanan juga berarti turun langsung ke lapangan, menemui warga, dan memperlihatkan bahwa kehadiran pemerintah sungguh dirasakan. (AP)