Para Penyuluh Agama Kristen di Kabupaten Tana Toraja menggelar kegiatan Bina Akrab dengan tema “Penguatan Kualitas dan Sinergi Penyuluh Agama Kristen untuk Pelayanan Umat yang Holistik.”
Kegiatan yang berlangsung di Rantetayo ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kapasitas penyuluh dalam melaksanakan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., bersama Sekretaris Dirjen Bimas Kristen, Johni Tilaar, S.Th., M.Si., Kasubdit Pendidikan Menengah Ditjen Bimas Kristen, Dr. Santi Yanti Kalangi, M.Pd., serta Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Marlyn Naray.
Kehadiran para pejabat pusat ini menunjukkan dukungan kuat Kementerian Agama terhadap peran strategis penyuluh di daerah.
Dalam sambutannya, Dr. Jeane Marie Tulung menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani umat, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis dan sosial budaya seperti Tana Toraja.
Dirjen menegaskan pentingnya penyuluh menjalankan tiga fungsi utama, yakni informatif, edukatif, dan advokatif, sebagai bentuk pelayanan yang utuh kepada masyarakat.
Lebih dari itu, Dirjen juga mendorong penyuluh untuk berinovasi dan berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan produk UMKM khas Tana Toraja.
“Penyuluh tidak hanya menyampaikan firman dan nilai-nilai iman, tetapi juga harus kreatif dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar,” ujar Jeane.
Ia juga mengimbau agar kegiatan penyuluhan dan inovasi tersebut didokumentasikan dalam bentuk video dokumenter untuk dilaporkan ke pusat.
“Pada kunjungan berikutnya, saya berharap sudah ada toko UMKM yang menampilkan hasil karya dan inovasi para penyuluh sendiri,” tambahnya.
Selain sambutan Dirjen, kegiatan ini juga diisi dengan ibadah, sesi diskusi, dan sharing session.
Sekretaris Dirjen Bimas Kristen, Johni Tilaar, turut memberikan penguatan serta strategi pelaksanaan tugas penyuluhan yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Bina Akrab ini, tercipta suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
Para penyuluh merasa mendapat dorongan baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat dan menjalin sinergi yang lebih kuat dengan pimpinan di pusat maupun daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan pelayanan umat Kristen yang semakin inovatif, sinergis, dan holistik di Kabupaten Tana Toraja.
Bimas Kristen terus berkomitmen mendukung penyuluh sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di seluruh Indonesia.(FU)
