Transformasi Pembelajaran PAI Dimulai dari KKG: Guru Tana Toraja Perkuat Asesmen Mendalam dan Inovasi Digital

Makale, (Humas Pendis) — Upaya peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus diperkuat melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Sekolah Dasar se-Kabupaten Tana Toraja yang dilaksanakan selama dua hari, 12–13 Februari 2026, bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum pelatihan teknis, melainkan difokuskan pada pendalaman esensi asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bermakna.

Mengusung tema Asesmen Pembelajaran Mendalam, kegiatan diarahkan untuk membangun pemahaman konseptual guru bahwa asesmen bukan hanya instrumen penilaian akhir, tetapi sarana refleksi pedagogik yang berfungsi memetakan kebutuhan belajar, memonitor perkembangan siswa, serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Peserta dibimbing menyusun asesmen formatif dan sumatif secara sistematis, valid, dan selaras dengan tujuan pembelajaran.

Pendekatan kegiatan menekankan praktik langsung. Guru dilatih menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efektivitas perencanaan, serta diperkenalkan pada dasar-dasar koding sebagai bagian dari penguatan literasi digital dan inovasi pembelajaran. Integrasi teknologi ini dimaksudkan untuk mendorong guru lebih adaptif terhadap dinamika pendidikan abad ke-21.

Materi disampaikan oleh Ilyas Kalalembang, salah seorang Guru Penggerak, yang menekankan pentingnya transformasi pola pikir guru dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang reflektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Suasana pelatihan berlangsung partisipatif, diselingi ice breaking untuk menjaga motivasi dan keterlibatan aktif peserta.

Pada akhir kegiatan, Imran Roni selaku Pengawas PAI memberikan arahan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diimplementasikan secara konsisten dalam praktik pembelajaran di sekolah.

Lebih jauh, kegiatan ini juga memperkuat fungsi KKG sebagai komunitas belajar profesional (professional learning community) yang mendorong kolaborasi, berbagi praktik baik, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan antar guru. Dengan adanya ruang diskusi dan refleksi bersama, diharapkan tercipta budaya akademik yang produktif sehingga inovasi pembelajaran dapat tumbuh secara kolektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, KKG PAI diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang strategis dalam memperkuat profesionalisme guru serta menghadirkan pembelajaran agama Islam yang lebih terencana, adaptif, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas belajar peserta didik. (AMA)