Makale, Humas OMI – “Madrasah harus melahirkan generasi yang mampu mengintegrasikan sains dengan ajaran agama serta kearifan lokal,” demikian pesan inspiratif Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, saat menutup pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Kabupaten Tana Toraja pada Kamis, 11 September 2025.

Penutupan kegiatan yang berlangsung tiga hari di Laboratorium Komputer MAN Tana Toraja ini turut dihadiri para pengawas madrasah, kepala madrasah, peserta, serta guru pendamping.

Dalam arahannya, Kakan Kemenag menegaskan bahwa peserta didik madrasah bukan hanya pelajar yang memahami agama, tetapi juga harus menguasai ilmu pengetahuan modern.
“Madrasah melahirkan generasi yang mampu mengintegrasikan sains dengan ajaran agama. Di situlah letak kehebatan peserta didik madrasah,” ungkapnya di hadapan peserta.
Beliau menekankan bahwa sains perlu dipadukan dengan ajaran agama dan kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur.
“Orang tua kita dahulu mampu membaca fenomena alam meski tanpa sains modern. Itulah contoh kearifan lokal yang perlu kita jaga dan selaraskan dengan ilmu pengetahuan hari ini,” tambahnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada guru madrasah agar sadar pentingnya kearifan lokal dalam pembelajaran. Misalnya, tradisi menebang pohon untuk membangun rumah tidak dilakukan pada waktu terang bulan. Dalam penelitian modern, hal itu terbukti memiliki dasar ilmiah karena kekuatan kayu akan berkurang jika ditebang pada fase tertentu.
Lebih lanjut, Kakan Kemenag berharap lahir tokoh-tokoh ilmuwan dari madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, analisis dan kritis.
“Soal-soal dalam OMI hendaknya menjadi pengalaman berkesan dan menginspirasi peserta didik untuk terus mengembangkan cara belajar, rajin membaca, dan menambah wawasan. Guru madrasah meskipun berada di era digital, jangan tinggalkan metode klasik. Tugas menulis tangan tetap penting untuk melatih kesungguhan dan kedisiplinan peserta didik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta OMI bangga menjadi bagian dari madrasah, terus belajar, dan mengasah diri untuk menjadi generasi terbaik bangsa.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, guru pendamping, serta tim yang telah menyukseskan kegiatan ini. Jadikan OMI sebagai ajang mewujudkan pribadi berintegritas dan berpikir kritis,” tutupnya.
Dengan penutupan ini, OMI 2025 tingkat Kabupaten Tana Toraja resmi berakhir. Pengumuman hasil lomba dijadwalkan pada 15 September 2025 mendatang. (Cikgu)
