Sangalla’ (Humas Bimas Kristen) – Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Sang-Sangallaran melaksanakan kegiatan pembinaan rohani melalui bimbingan dan penyuluhan kepada siswa-siswi SMAN 4 Tana Toraja pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 siswa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan.
Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Penyuluh Agama Kristen dalam mendampingi generasi muda, khususnya generasi Z, agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Di tengah arus digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat, generasi muda dihadapkan pada berbagai risiko yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan masa depan mereka.
Mengusung tema “Terjebak Tanpa Sadar”, pembinaan ini secara khusus menyoroti berbagai fenomena yang kerap menjebak remaja tanpa mereka sadari. Beberapa di antaranya adalah praktik judi online, paparan pornografi, penyalahgunaan narkoba, cyberbullying, hingga kecanduan gadget yang semakin marak terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materi, para siswa diajak untuk merefleksikan pilihan-pilihan hidup yang mereka ambil. Ditekankan bahwa tidak semua hal yang diperbolehkan membawa dampak yang baik. Mengacu pada 1 Korintus 10:23, disampaikan bahwa “segala sesuatu boleh, tetapi tidak semuanya berguna dan tidak semuanya membangun.” Melalui pesan ini, siswa didorong untuk lebih bijak dalam menggunakan kebebasan, serta mampu memilah mana yang membawa kebaikan dan mana yang justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, pembinaan ini juga menekankan pentingnya membangun relasi yang dekat dengan Tuhan sebagai dasar kehidupan yang kuat. Para siswa diajak untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta keberanian untuk berkata “tidak” terhadap hal-hal yang merusak. Tidak kalah penting, mereka juga didorong untuk membangun kebiasaan positif dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat sebagai ruang pertumbuhan yang mendukung.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan refleksi bersama. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka lebih memahami realitas yang dihadapi serta menemukan langkah konkret dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi generasi yang menikmati kebebasan, tetapi juga generasi yang bijaksana dalam mengambil keputusan. Dengan karakter yang teguh dan bertanggung jawab, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa dampak positif, baik bagi diri sendiri, lingkungan, maupun bagi kemuliaan Tuhan. (FU)
