Dirjen Bimas Katolik: Penyuluh Adalah Ujung Tombak Pelayanan Umat

Makale, Humas Penyelenggara Katolik. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik RI, Suparman, bersama Uskup Agung Makassar menghadiri kegiatan wawan hati antara Pembimas Katolik Provinsi Sulawesi Selatan dengan Penyuluh Agama Katolik dan Pengawas PaKat dalam lingkup Kementerian Agama Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Ziarah Rohani Keluarga Kudus Sa’pak Bayo-bayo, Sangalla’, Sabtu, 20 September 2025.

Wawan hati merupakan forum penyampaian pendapat dari peserta kepada pimpinan rapat dalam suasana santai, yang disesuaikan dengan konteks yang sedang terjadi atau dialami. Wawan hati bersama Dirjen Bimas Katolik RI dan Uskup Agung KAMS menjadi wadah penyampaian pendapat serta usulan terkait data umat yang telah dirampungkan oleh Pembimas Katolik Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Dirjen Bimas Katolik menekankan peran penting ASN, khususnya Penyuluh Agama Katolik, dalam tugas dan karya pengabdian kepada umat dan masyarakat. “Penyuluh Agama Katolik adalah ujung tombak dan tumpuan pemerintah,” tegasnya. Suparman juga menegaskan bahwa data yang telah dirampungkan oleh Pembimas Katolik Sulsel harus ditindaklanjuti. Data ini merupakan bagian dari sinergitas pelayanan antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, dan Gereja.

Di tempat yang sama, Uskup Agung KAMS, Mgr. Fransiskus Nipa, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak yang terlibat dalam lingkup Bimas Katolik Sulsel untuk kembali memurnikan motivasi. “Semua yang ada dalam lingkup Bimas Katolik Sulsel dalam bertindak, bekerja, dan berkarya harus senantiasa berpola pada Sang Gembala Agung, Yesus Kristus,” ungkapnya. Gembala Agung mengajarkan untuk hidup dalam tiga imamat umum, yakni sebagai Imam (tugas pengudusan), Nabi (tugas perwartaan), dan Raja (tugas kepemimpinan). Ketiga tugas ini dibalut dalam satu semangat, yaitu pelayanan kasih kepada sesama.

Kegiatan wawan hati ini turut dihadiri oleh Pastor Vikjen KAMS, Pastor Ketua Vikep Toraja, Pastor Ketua Komisi Reevangelisasi KAMS, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Wilayah Makassar, Toraja, Toraja Utara, dan Luwu, serta Penyuluh CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dalam lingkup Kanwil Sulawesi Selatan. Jumlah peserta wawan hati yang hadir sebanyak 36 orang.