Makale (Humas Bimas Kristen) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa di UPT SMP Negeri 2 Makale dan UPT SD Negeri 6 Makale, Kelurahan Rante, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan karakter melalui pengelolaan emosi secara positif.
Dalam kegiatan di UPT SMP Negeri 2 Makale, Mince Ruru Padang bertindak sebagai Pelayan Firman, didampingi Linda sebagai liturgos. Mengangkat tema “Menjadi Bos atas Perasaan”, para siswa diajak untuk memahami bahwa emosi merupakan bagian dari kehidupan yang dianugerahkan Tuhan, namun perlu dikelola dengan bijaksana.
Mince Ruru menegaskan pentingnya mengenali berbagai jenis emosi, seperti marah, sedih, takut, dan sukacita, serta meresponsnya secara tepat sesuai nilai-nilai Kristiani.
“Emosi yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada hubungan sosial dan perkembangan pribadi. Karena itu, penting bagi kita untuk belajar mengendalikan diri, bersabar, serta menyerahkan setiap pergumulan kepada Tuhan melalui doa,” ujarnya.
Pada hari yang sama, kegiatan serupa juga dilaksanakan di UPT SD Negeri 6 Makale. Dalam kegiatan tersebut, Jeni Aprillah bertindak sebagai Pelayan Firman, Pepbriani Sombolola sebagai liturgos, serta Delviana Uzi sebagai gitaris.
Melalui bimbingan rohani yang diberikan, para siswa diajak untuk membiasakan sikap jujur, rajin belajar, serta tekun dalam berdoa. Selain itu, mereka juga didorong untuk membangun sikap saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari.
“Mungkin sebelumnya kita masih sering mengejek teman atau kurang peduli terhadap sesama. Namun hari ini kita diajak untuk mengasihi, seperti Yesus telah mengasihi kita. Jadilah sahabat yang baik, penuh kasih, dan taat kepada Tuhan,” tutur Jeni.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui penyuluh agama dalam membina karakter generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah. Diharapkan, melalui pembinaan ini, para siswa mampu mengembangkan kepribadian yang matang secara emosional dan spiritual, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
