FGD Deteksi Dini Konflik Sosial Tahap 3, Dilaksanakan Oleh Seksi Bimas Islam.

Makale, Humas Bimas Islam Kemenag Tator – Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Tana Toraja menggelar Forum Group Discussion (FGD) Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Tahap Tiga, pada tanggal 13 November 2025 diikuti oleh 13 Peserta terdiri dari Kepala KUA, Perwakilan Penghulu dan Penyuluh Kemenag Kabupaten Tana Toraja.
Acara dibuka oleh Kasubag TU Kemenag Tator Haji Thamrin Lodo, beliau menekankan bahwa dengan adanya pertemuan ini kita dapat menjalin silaturrahmi serta berkumpul membahas secara bersamabagaimana mendeteksi secara dini konflik sosial keagamaan di daerah binaan masing-masing. Beliau menambahkan pentingnya kewaspadaan dan sinergi lintas peran dalam menjaga harmoni sosial.
Hadir pula Plt. Bimas Islam yang menekankan bahwa deteksi dini bukan hanya soal mencegah konflik, tetapi juga memastikan ruang-ruang sosial tetap menjadi tempat tumbuhnya kepercayaan dan kebersamaan.Mifta Farid dalam sambutannya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan FGD Tahap Tiga ini sebagai kelanjutan dari rangkaian FGD dari Tahap satu dan Dua sebelumnya. beliau mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi penyemangat buat penghulu dan penyuluh sebagai ujung tombak tangan kemenag dan sebagai garda terdepan pelasanaan pembinaan dilapangan.
FGD kali ini menghadirkan narasumber H. Arifuddin, yang mengangkat tema:
“Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman.”
Beliau memaparkan bahwa sebagai kelanjutan dari pertemuN Sebelumnya, posisi kita sebagai aktor resolusi konflik, dimana kita harus fokus kepada pelatyanan di lapangan terutama mendeteksi apabila ada gejala konflik yang mulai terlihat.
Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa bangsa ini hidup dari keberagaman, dan keberagaman itu hanya akan kuat bila dipelihara dengan pikiran jernih serta dialog yang dibangun dengan ketulusan.

FGD ini menjadi ruang untuk bertukar pandangan, menyatukan perspektif, sekaligus mengukuhkan komitmen bahwa kedamaian tidak lahir dari diam, melainkan dari kerja bersama.

Di Tana Toraja hari ini, kita diingatkan kembali:
Bahwa menjaga harmoni adalah tugas semua, dan moderasi bukan sekadar konsep—ia adalah cara hidup.(SC)