24 Guru Profesional Mengikuti Yudisium dan Pengukuhan PPG : Guru Bukan Sekadar Profesi tapi Panggilan Melayani

Makale (Humas Bimas Kristen), 18 September 2025. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melaksanakan kegiatan yudisium dan pengukuhan guru profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kegiatan ini tak hanya dilakukan secara on site, melainkan hybrid melalui zoom meeting. IAKN Ambon menjadi salah satu penyelenggara program PPG bagi guru mata pelajaran agama di Indonesia, termasuk guru agama yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja.

Sebanyak 24 guru agama Kristen yang mengikuti yudisium dan pengukuhan menjadi guru profesional. Peserta yudisium adalah guru yang telah mengikuti program PPG dalam Jabatan Batch I Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh IAKN Ambon. Para peserta mengikuti kegiatan tersebut melalui zoom meeting di aula pejabat kantor Kemenag Tana Toraja dengan didampingi oleh guru pendamping Pendidikan Agama Kristen, Esron Budi Lopang.

Meskipun kegiatan diikuti secara virtual, namun hal tersebut tak mengurangi antusiasme dan rasa bangga serta bahagia atas selesainya kegiatan PPG yang diikuti oleh 24 guru PAK yang ada di Tana Toraja.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Usman Senong. Beliau memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat kepada para guru yang telah dikukuhkan menjadi guru profesional. Dalam sambutannya, beliau memberikan pesan bahwa menjadi guru merupakan anugerah yang harus disyukuri.

“Menjadi guru bukanlah sekadar profesi atau ladang pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan melayani dengan tulus dan ikhlas mengabdi. Karena guru merupakan tugas yang mulia dalam mendidik dan mengajar generasi bangsa. Guru merupakan panggilan yang harus disyukuri, sehingga dengan rasa syukur itu dapat menjadi dasar dalam menjalani tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan Tuhan” ungkap Usman Senong.

Selanjutnya kakan Kemenag Tana Toraja kembali menekankan untuk terus mencintai profesi sebagai guru. Tulus dalam menjalankan tugas, karena guru tak hanya mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi bagaimana guru meninggalkan jejak yang baik dan berkesan bagi peserta didiknya. Mencintai profesi dengan tulus akan membuat guru menjalani tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Melaksanakan tugas dengan ketulusan merupakan wujud pelayanan kepada Tuhan. Sehingga dengan begitu profesi yang dijalani bukan perkerjaan semata melainkan bentuk pelayanan yang didasari dengan rasa syukur kepada Tuhan.(FU)