Tana Toraja, Humas Bimas Kristen – Penyuluh Lintas Agama Kecamatan Makale Utara melaksanakan pertemuan koordinasi dengan sejumlah sekolah terkait rencana kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani bagi peserta didik, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di UPT SDN 4 Makale Utara dan bertujuan untuk menyinergikan program pembinaan spiritual di lingkungan sekolah.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Penyuluh Agama Kristen, Katolik, dan Hindu. Kehadiran para penyuluh disambut hangat oleh Kepala UPT SDN 4 Makale Utara, Naomi Kala’, S.Pd.K. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif penyuluh agama dan berharap kegiatan pembinaan rohani dapat segera direalisasikan dengan pengemasan yang kreatif dan menarik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan spiritual serta pembentukan karakter siswa.
Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati bahwa kegiatan pembinaan rohani akan dilaksanakan setiap hari Rabu pada minggu ketiga setiap bulan. Pembinaan akan diberikan oleh masing-masing penyuluh agama kepada siswa sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Mengkendek juga melaksanakan koordinordinasi dengan Kepala UPT SDN 5 Mengkendek pada hari yang sama. Pertemuan ini turut dihadiri oleh dua Guru Agama Kristen dan satu Guru Agama Katolik. Kepala sekolah, Restu Pondanan, S.Pd, menyambut baik rencana pengaktifan kembali program bimbingan rohani yang sebelumnya sempat tidak berjalan.
Disepakati bahwa bimbingan rohani anak akan dilaksanakan melalui ibadah sekolah sebanyak dua kali dalam sebulan, yakni setiap Jumat pagi pada minggu pertama dan ketiga. Kegiatan ini akan dilayani langsung oleh Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Mengkendek.
Di tempat terpisah, Penyuluh Agama Kecamatan Makale melaksanakan kegiatan pembinaan karakter sekaligus koordinasi pelaksanaan Program Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLU) di SD Kristen Makale 1. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan karakter peserta didik melalui pendekatan bimbingan rohani yang terintegrasi dengan program sekolah.
Pihak SD Kristen Makale 1 menyambut baik rencana tersebut dan berharap program BIMLU dapat menjadi sarana pembentukan nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter peserta didik sejak dini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen penyuluh agama dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, guna meningkatkan kualitas moral dan spiritual generasi muda.(FU)
