MIM To’kaluku Gelar Pelatihan Inovatif: Perkuat Pembelajaran Lewat Kurikulum Berbasis Cinta dan Teknologi AI

Humas MIM To’kaluku — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) To’kaluku kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Pelatihan Desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KCB) dan Deep Learning pada Jumat, 19 September 2025 di Gedung 2 MIM To’kaluku.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yakni Muh. Sabir selaku guru pendamping Madrasah Ibtidaiyah, Arif Abdillah selaku Ketua KKG Kabupaten Tana Toraja, dan Surniwati Patiku selaku perwakilan dari MIM To’kaluku. Kegiatan terbagi dalam tiga sesi utama yang membahas Kurikulum Berbasis Cinta, pendekatan Deep Learning, serta pembuatan bahan ajar inovatif yang menggabungkan nilai-nilai cinta dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI).

Dalam pemaparannya, H. Muh. Sabir menekankan pentingnya mengetahui dan mendalami pendekatan kurikulum berbasis cinta dengan perpaduan deep learning dengan menekankan 5 Panca Cinta.

Surniwati Patiku memperdalam pemahaman peserta tentang bagaimana cinta dan empati dapat menjadi fondasi kurikulum yang humanis dengan menekankan cinta pertama terhadap diri sendiri lalu terhadap peserta didik. Sementara itu, Arif Abdillah memberikan wawasan tentang integrasi Deep Learning dalam proses pembelajaran serta strategi menyusun bahan ajar kreatif berbasis cinta dengan dukungan AI sebagai alat bantu modern.

Kepala MIM To’kaluku, Hj. Nirwana Tandiara, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun kultur belajar yang lebih matang dan berorientasi pada perkembangan siswa secara holistik.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran para narasumber, dan lebih dari itu, atas semangat luar biasa seluruh guru MIM To’kaluku. Kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyentuh hati dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Hj. Nirwana Tandiara pada Jumat (19/9).

Dengan pelatihan ini, MIM To’kaluku berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga hangat secara emosional—mewujudkan madrasah yang mendidik dengan cinta dan berpikir dengan mendalam. MH