Pa’buaran, Humas KUA Makale Selatan —Komitmen dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Makale Selatan melalui kegiatan pembinaan keluarga sakinah yang menjangkau wilayah pelosok. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Mei 2026 bersama penyuluh agama dan penghulu, serta dihadiri oleh jamaah Pa’buaran yang mengikuti dengan penuh antusias.
Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. Tim harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan sepeda motor, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Medan yang dilalui cukup menantang, dengan jalur menanjak, melewati area berbatu dan gua, serta kondisi jalan yang becek akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUA Makale Selatan, Ardi Muharram, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang merata, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pembinaan keluarga sakinah tidak boleh hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau. Masyarakat di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendampingan dan penguatan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan mencakup pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dalam keluarga, pemahaman hak dan kewajiban suami istri, serta penguatan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan rumah tangga. Suasana pembinaan berlangsung hangat dan interaktif, di mana para jamaah tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman dan bertanya terkait persoalan keluarga yang mereka hadapi.
Kehadiran penyuluh dan penghulu di tengah masyarakat pelosok menjadi bukti nyata komitmen KUA Makale Selatan dalam memberikan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara petugas KUA dengan masyarakat, sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dan mampu menerapkan konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, kuat, dan menjadi pilar bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera. (Tri)