Bangun Generasi Toleran, KUA Rantetayo Berikan Materi Moderasi Beragama di SMAN 6 Tana Toraja

Rantetayo, (Humas KUA Rantetayo) — Upaya membangun karakter generasi muda yang toleran dan berwawasan kebangsaan terus diperkuat melalui kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dalam kegiatan penyampaian materi Moderasi Beragama yang dilaksanakan oleh KUA Rantetayo di SMAN 6 Tana Toraja, Jumat, 27 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SMAN 6 Tana Toraja yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran KUA Rantetayo dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada peserta didik. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berperan dalam mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghargai, dan hidup rukun dalam keberagaman.

Materi utama kemudian disampaikan oleh Penghulu KUA Rantetayo yang mengangkat tema Moderasi Beragama sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap beragama yang seimbang, tidak ekstrem, tidak berlebihan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian.

Peserta didik diajak memahami bahwa perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang sosial merupakan realitas yang tidak dapat dihindari, namun justru harus dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun persatuan. Moderasi beragama, menurut pemateri, bukan berarti melemahkan keyakinan, tetapi menguatkan iman dengan cara yang bijak, damai, dan penuh penghormatan terhadap sesama.

Kegiatan ini ditutup oleh Kepala KUA Rantetayo dengan penambahan materi penguatan nilai-nilai moderasi, yang menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat. Ia mengajak para siswa untuk menjadi pelopor sikap toleran, menolak ujaran kebencian, radikalisme, serta segala bentuk kekerasan atas nama agama.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan telah berlangsung sejak hari Senin hingga Kamis yang diisi oleh para Penyuluh Agama Islam dengan materi literasi Al-Qur’an serta praktik ibadah, seperti wudhu, shalat, dan praktik pelaksanaannya dan Bimbingan Kerohanian yang diisi oleh penyuluh agama kristen dan Katolik. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bermuara pada penguatan nilai moderasi beragama yang menjadi tema utama pada kegiatan penutup hari Jumat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SMAN 6 Tana Toraja tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengamalkannya secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni sosial demi terwujudnya masyarakat yang damai dan berkeadaban. (RI).