Makale, Humas MAN Tana Toraja – Sebanyak 40 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja mengikuti workshop peningkatan kompetensi guru yang diadakan oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Tana Toraja.
Acara yang berlangsung di Aula Masjid Raya Makale ini bertujuan membekali para pendidik dengan pendekatan baru dalam pengajaran, yakni Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam. Workshop ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Muhaemin, M.A. dan H. Herman Tahir, M.Pd.

Materi Kurikulum Cinta disampaikan oleh Prof. Dr. Muhaemin, M.A., Direktur Pascasarjana UIN Palopo. Beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta menekankan pada pendekatan afektif di mana guru menjadi fasilitator yang menginspirasi, bukan hanya sekadar instruktur.
“Ketika guru mengajar dengan hati, siswa akan belajar dengan semangat. Kurikulum ini berfokus pada pembangunan ikatan emosional positif antara guru dan siswa, yang terbukti meningkatkan motivasi belajar dan hasil akademik,” kata Prof. Muhaemin.

Sementara itu, materi Pembelajaran Mendalam dibawakan oleh H. Herman Tahir, M.Pd., seorang fasilitator pendidikan yang berpengalaman. Herman Tahir memaparkan strategi praktis untuk merancang unit pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi topik secara mendalam, menghubungkan konsep-konsep, dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks dunia nyata.
“Tujuan utama Pembelajaran Mendalam adalah agar siswa tidak hanya tahu, tapi benar-benar paham. Ini mendorong mereka untuk menjadi pemecah masalah yang kreatif dan pemikir yang mandiri,” jelas Herman Tahir.

Partisipasi aktif dari para guru MAN Tana Toraja menunjukkan antusiasme mereka terhadap inovasi pendidikan. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif dan efektif, sehingga kualitas pendidikan di Tana Toraja dapat terus meningkat.
Acara ini merupakan salah satu dari serangkaian program DPD PGMI Tana Toraja untuk mendukung para guru di wilayah tersebut agar senantiasa relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter. (An)
