Salubarani, 11-Maret-2026 (Humas MTsN 2)-Dalam upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan, MTsN 2 Tana Toraja terus melakukan inovasi melalui pengembangan teknologi berbasis madrasah digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan simulasi penggunaan aplikasi penilaian terintegrasi bernama SIPARAKAI, yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh tim IT madrasah.

Simulasi aplikasi SIPARAKAI ini dilaksanakan sebagai bagian dari akselerasi menuju konsep Madrasah Digital, yaitu madrasah yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pembelajaran dan layanan pendidikan. Aplikasi tersebut dikembangkan langsung oleh tim IT MTsN 2 Tana Toraja sebagai bentuk inovasi internal yang menyesuaikan kebutuhan madrasah.
Kegiatan simulasi ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 2 Tana Toraja pada Rabu, 11 Maret 2026. Melalui kegiatan ini, para GTK diberikan kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut sekaligus mencoba penggunaannya dalam proses penilaian dan pengelolaan pembelajaran.
Simulasi ini juga bertujuan untuk memperkenalkan secara lebih mendalam fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi SIPARAKAI, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya fitur yang belum berjalan secara maksimal. Dengan demikian, berbagai kendala teknis dapat segera diperbaiki sehingga saat aplikasi ini diperkenalkan kepada seluruh stakeholder MTsN 2 Tana Toraja, potensi terjadinya kendala akses maupun gangguan pada fitur dapat diminimalisir.
Pengembangan aplikasi ini merupakan inisiatif dari bidang akademik madrasah yang bertujuan untuk menghadirkan sistem informasi pendidikan yang mampu memberikan informasi secara real time kepada orang tua siswa. Dengan sistem ini, orang tua tidak hanya menerima laporan hasil belajar di akhir semester, tetapi juga dapat memantau perkembangan belajar anak secara berkala dan transparan.
Aplikasi SIPARAKAI dirancang untuk mempermudah proses penilaian hasil belajar peserta didik secara cepat, akurat, dan terintegrasi. Melalui platform ini, guru dapat melakukan input nilai secara langsung yang kemudian dapat diakses oleh orang tua siswa. Hal ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan peserta didik.
Menariknya, aplikasi SIPARAKAI dilengkapi dengan 45 fitur yang mendukung berbagai kebutuhan administrasi dan evaluasi pembelajaran di madrasah. Beberapa fitur utama yang telah tersedia antara lain fitur absensi siswa yang terkoneksi langsung dengan WhatsApp orang tua, sehingga orang tua dapat mengetahui kehadiran anak secara cepat. Selain itu terdapat pula fitur data pelanggaran siswa, hasil belajar yang terintegrasi dengan akses orang tua, jurnal pembelajaran guru, serta fitur tugas bagi peserta didik. Ke depan, berbagai fitur lain juga masih terus dikembangkan untuk semakin menyempurnakan layanan digital madrasah.
Kepala MTsN 2 Tana Toraja M. Rizal dalam arahannya menyampaikan bahwa pihak madrasah sangat mendukung penuh pengembangan aplikasi ini. Menurutnya, inovasi digital seperti SIPARAKAI merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di tengah tantangan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Madrasah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pengembangan aplikasi ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengawas madrasah H. Muhammad Sabir juga memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh MTsN 2 Tana Toraja. Ia berharap ke depan aplikasi SIPARAKAI tidak hanya digunakan di satu madrasah saja, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh seluruh madrasah yang ada di wilayah Tana Toraja.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat transformasi digital pendidikan madrasah. Dengan demikian, semboyan “Madrasah Digital” yang selama ini sering digaungkan dapat benar-benar terwujud melalui inovasi nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh madrasah dan masyarakat (AF).
