Dari Maroson ke Rante Limbong: KUA Rantetayo Kawal Pemakaman Jenazah Muslim di Tengah Minoritas

Rantetayo – (Humas KUA Rantetayo) –Selasa, 13 Januari 2026. Kantor Urusan Agama (KUA) Rantetayo menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam pelayanan keagamaan dengan turut serta mengurus penyelenggaraan jenazah seorang warga Muslim di Lembang Maroson, Kecamatan Kurra. Hal ini dilakukan karena di wilayah tersebut tidak tersedia Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim, sementara keluarga almarhuma merupakan satu-satunya keluarga (KK) Muslim yang tinggal di lingkungan mayoritas non-Muslim.

Kondisi tersebut menyebabkan jenazah tidak memungkinkan untuk dimakamkan di Lembang Maroson. Menyikapi hal itu, KUA Rantetayo bersama jamaah Masjid Al-Aqsa Tabang, Lembang Rante Limbong, bergerak cepat menjemput jenazah untuk dimakamkan di Lembang Rante Limbong dan memastikan jenazah tetap mendapatkan haknya untuk dimakamkan sesuai dengan syariat Islam.

Penyuluh Agama Islam, penghulu, serta Kepala KUA Rantetayo turun langsung mendampingi proses penyelenggaraan jenazah, mulai dari pengurusan hingga pelaksanaan salat jenazah yang dilaksanakan di Masjid Al-Aqsa Tabang. Setelah itu, jenazah dimakamkan di TPU Lembang Rante Limbong.

Dalam proses pengantaran jenazah menuju lokasi pemakaman di Lembang Rante Limbong, rombongan harus melewati medan jalan yang cukup menguji nyali dengan tanjakan curam dan kondisi akses yang terbatas dari Lembang Maroson ke Lembang Rante Limbong. Meski demikian, seluruh pihak yang terlibat tetap melanjutkan perjalanan tanpa keluhan demi memastikan jenazah dapat dimakamkan secara layak dan sesuai tuntunan agama.

Kehadiran solidaritas lintas iman juga tampak jelas. Masyarakat setempat yang mayoritas non-Muslim, termasuk keluarga almarhuma yang beragama non-Muslim, turut mengantar jenazah hingga ke tempat pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Selain itu, masyarakat sekitar secara bergantian mendatangi rumah duka untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Ungkapan duka cita juga datang dari kalangan pendidik. Para guru dari SMP Negeri 3 Kurra dan SD Negeri 15 Kurra secara bergantian hadir di rumah duka untuk memberikan dukungan moril dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kepala KUA Rantetayo menyampaikan bahwa keterlibatan KUA dalam peristiwa ini merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan keagamaan, khususnya bagi umat Islam yang berada di daerah minoritas. Melalui kegiatan ini, KUA Rantetayo berupaya memastikan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan yang adil dan humanis bagi seluruh masyarakat.

Sinergi antara KUA Rantetayo, jamaah Masjid Al-Aqsa Tabang, masyarakat setempat, serta lintas latar belakang keagamaan ini menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi, kebersamaan, dan solidaritas sosial di Kecamatan Rantetayo Kurra. Peristiwa ini sekaligus menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling peduli dan menguatkan dalam suasana duka. (RI)