Revitalisasi BKM: Menguatkan Tata Kelola, Menggerakkan Masjid Berdaya

Makale, Humas Bimas Islam Kemenag Tana Toraja — Dalam rangka menyatukan langkah serta menajamkan peran masjid dalam kehidupan masyarakat, Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja menggelar kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dengan mengusung tema “Revitalisasi BKM dalam Rangka Penguatan Tata Kelola dan Pemberdayaan Masjid Berdaya Berdampak.” Kegiatan ini dihadiri 110 peserta yang mewakili BKM dari seluruh kecamatan di Tana Toraja.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban sosial, tempat bertumbuhnya gagasan, pemberdayaan, serta pelayanan umat.

Plt. Kasi Bimas Islam dalam laporannya memaparkan tiga pilar kesejahteraan masjid, yaitu:

  1. Tata Kelola: Transparan, akuntabel, dan terpercaya.

  2. Pemberdayaan Umat: Masjid sebagai pusat gerak sosial.

  3. Kemandirian Ekonomi: Masjid yang mampu menghidupi program-programnya.

Ketiga pilar ini menjadi fondasi agar masjid tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara fungsi dan perannya di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Usman Senong, serta Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Tana Toraja, H. Tamrin Lodo. Dalam sambutannya, H. Usman Senong yang sekaligus membuka kegiatan menyampaikan bahwa para pengurus BKM memegang peran penting—bahkan menjadi garda terdepan—dalam menyosialisasikan pemberdayaan lingkungan berbasis ekoteologi. Gagasan ini selaras dengan program Kementerian Agama yang mendorong masjid sebagai pusat pemberdayaan, sekaligus sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengenai pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu:

  • H. Bumbun Pakata dengan materi “Penguatan Manajemen Masjid Menuju Tata Kelola Profesional dan Berdaya.”

  • H. Suardi Sidik dengan materi “Revitalisasi Peran Masjid sebagai Pusat Ibadah Sosial dan Ekonomi Umat.”

Melalui materi tersebut, para peserta diajak untuk kembali melihat fondasi pengelolaan masjid secara menyeluruh, termasuk transparansi, keberlanjutan program, serta strategi memaksimalkan potensi jamaah dan lingkungan sekitar.

Seksi Bimas Islam berharap melalui revitalisasi ini terbangun kolaborasi baru di antara para pengurus masjid di Tana Toraja. Mereka bukan hanya penjaga rutinitas ibadah, tetapi juga penjaga masa depan umat. Pengelolaan masjid yang baik tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga peran besar masjid dalam membangun peradaban.(AS)