To’Ambojong- Humas KUA Gandasil), Usai gema azan Jumat memanggil jamaah di Masjid Al Ikhlas To’ambojong, puluhan umat larut dalam khusyuknya ibadah berjamaah. Namun, hari ini Jum’at 12 September 2025 bukan hanya menjadi momentum spiritual, melainkan juga pintu masuk menuju sebuah ikhtiar bersama: membangun keluarga sakinah melalui kegiatan pembinaan kemasjidan terpadu.
Di hadapan jamaah dari Masjid Al-Ikhlas To’ambojong, Masjid Fariyal Ku’lang, Masjid Nuuruh Ahmad Ali Imran, Masjid Nurul Iman Kamiri, dan Masjid Istiqomah Benaru, seorang lelaki sederhana berdiri dengan penuh wibawa. Dialah Sukardi, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Rambutnya mulai memutih, usia hampir genap 58 tahun, namun semangatnya tetap muda.
Sukardi, yang resmi menjadi penyuluh PPPK Kementerian Agama pada 2024, dikenal luas sebagai sosok yang pantang surut dalam mengabdikan diri. Baginya, usia hanyalah angka. Tiga bulan lagi ia memasuki senja pengabdian, tetapi cahaya semangatnya justru kian terang.
“Kalau keluarga kokoh, masjid pun akan hidup. Keluarga sakinah bukan sekadar rumah tangga damai, tetapi fondasi masyarakat beriman,” ucapnya penuh keyakinan di hadapan jamaah.
Pelatihan keluarga sakinah yang ia sampaikan bukan sekadar penyuluhan, melainkan ajakan nyata untuk menanamkan nilai harmoni di tengah umat. Dengan bahasa sederhana, Sukardi menjelaskan bagaimana cinta, kasih sayang, dan tanggung jawab bisa menjadi jalan menuju ketenteraman.
Di balik tutur katanya, ada teladan: konsistensi seorang penyuluh yang menjadikan masjid bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga rumah belajar kehidupan. Kehadiran jamaah lintas masjid hari itu menjadi bukti, bahwa apa yang ia perjuangkan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama.
Sukardi telah membuktikan, mengabdi pada umat tidak mengenal batas waktu. Ia tetap berdiri tegak, membimbing, hingga detik-detik menjelang usia pensiun. Semangatnya menjadi pengingat, bahwa dakwah bukan sekadar profesi, melainkan napas pengabdian seumur hidup.
Pembinaan kemasjidan terpadu merupakan kegiatan rutin kelompok kerja KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan yang direncanakan setiap bulan dari masjid ke masjid. Kegiatan ditutup dengan sosialisasi gerakan aksi Pencatatan nikah oleh Nurhayati Penyuluh Agama (NK)
