Optimalkan SBSN, Kakanwil Kemenag Sulsel Tekankan Integritas Guru MAN Tana Toraja

Makale, Humas MAN Tana Toraja – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, melakukan kunjungan kerja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja pada Selasa, 7 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pemanfaatan gedung yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sekaligus memberikan pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan madrasah tersebut.

Didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, serta Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Usman Senong, Kakanwil menekankan pentingnya penguatan integritas tenaga pendidik dan optimalisasi fasilitas negara untuk mencetak generasi pemimpin masa depan.

Integritas Guru: Membina Manusia, Bukan Benda Mati

Dalam sesi pembinaan ASN, H. Ali Yafid memberikan penekanan khusus pada aspek keikhlasan dan kedisiplinan guru. Menurutnya, profesi pendidik memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibandingkan profesi teknis lainnya karena obyek yang dihadapi adalah manusia.

“Kita butuh keikhlasan dalam menjalankan amanah dan kesadaran akan tugas kita untuk membina. Yang kita hadapi bukan benda mati, tetapi murid yang membutuhkan bimbingan dan teladan. Oleh karena itu, integritas dan kedisiplinan guru dalam mengajar harus dijaga dengan baik,” tegas H. Ali Yafid di hadapan para guru dan staf.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di madrasah sangat bergantung pada sejauh mana para guru mampu memposisikan diri sebagai penggerak yang tulus, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif semata.

Apresiasi Prestasi: Target Menembus Perguruan Tinggi Luar Negeri

Suasana pembinaan menjadi semakin penuh semangat saat Kakanwil memberikan apresiasi atas keberhasilan salah satu siswa MAN Tana Toraja, Muh. Fawwaz Ramadhan, yang berhasil lulus seleksi masuk Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Prestasi ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa kualitas pendidikan madrasah di daerah, termasuk di Tana Toraja, mampu bersaing di level nasional. Namun, H. Ali Yafid berharap pencapaian ini hanyalah awal dari target yang lebih besar.

“Semoga ke depannya murid-murid kita tidak hanya mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia, tapi bahkan hingga ke luar negeri. Ini selaras dengan harapan Bapak Menteri Agama untuk membawa madrasah kita mendunia,” ungkapnya optimis.

Optimalkan Gedung SBSN sebagai Pusat Karakter

Terkait fasilitas fisik, Kakanwil meninjau langsung kondisi gedung baru hasil pembiayaan SBSN. Ia mengajak seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah hingga siswa, untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas yang diberikan negara tersebut.

H. Ali Yafid mengingatkan bahwa bangunan fisik hanyalah sarana penunjang, sementara esensinya terletak pada aktivitas di dalamnya.

“Bersyukurlah kita dapat gedung SBSN. Ya, tinggal dirawat dan dimanfaatkan. Bangunan ini benda mati, jadi tidak ada artinya bila tidak dimanfaatkan. Itulah bentuk kesyukuran kita pada Allah SWT, dengan memanfaatkan gedung ini sebaik-baiknya,” jelasnya.

Lebih lanjut, gedung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kelas biasa, melainkan bertransformasi menjadi pusat pembinaan karakter. Kakanwil memproyeksikan gedung SBSN ini sebagai kawah candradimuka bagi siswa.

“Di sini nanti akan lahir pembinaan karakter, akhlak, tata krama, dan kompetensi bagi anak-anak kita untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” tutupnya.

Tentang Gedung SBSN:

Pembangunan fasilitas pendidikan melalui jalur SBSN merupakan komitmen Kementerian Agama untuk melakukan pemerataan kualitas infrastruktur madrasah di seluruh pelosok Indonesia, guna memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan modern. (An)