Perkuat Karakter Islami, MAN Tana Toraja Peringati Isra Mikraj dengan Pengajian Siswa

Makale, HUMAS MAN TANA TORAJA – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkaikan dengan Pengajian Angkatan Kelas X pada Rabu, 4 Februari 2026. Bertempat di Masjid Baiturrahman Milan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperteguh komitmen spiritual dan disiplin ibadah bagi seluruh warga madrasah.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari peserta didik, pendidik, hingga tenaga kependidikan. Integrasi antara peringatan hari besar Islam dan pengajian angkatan ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan bekal spiritual khusus bagi siswa kelas X yang sedang dalam masa transisi pembentukan karakter di tingkat menengah atas.

Esensi Shalat sebagai Fondasi Utama

Dalam sambutannya, Ketua Komite MAN Tana Toraja, H. Suardi, menekankan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia menggarisbawahi bahwa inti dari peristiwa perjalanan malam Rasulullah SAW adalah perintah ibadah shalat.

“Esensi dari peringatan Isra Mikraj ini adalah bagaimana kita, khususnya para siswa, mampu melaksanakan shalat dengan benar sesuai petunjuk dan tuntunan Rasulullah SAW. Shalat adalah tiang agama yang harus ditegakkan dengan kualitas yang sempurna,” ujar H. Suardi di hadapan seluruh jamaah.

Ia menambahkan bahwa ketepatan dalam menjalankan shalat akan berimplikasi langsung pada kedisiplinan siswa dalam aspek kehidupan lainnya, termasuk dalam menuntut ilmu di madrasah.

Peningkatan Program Pembiasaan Baik

Sejalan dengan hal tersebut, Hj. Rosmawati selalu Kepala MAN Tana Toraja menyampaikan pesan strategis mengenai keberlanjutan budaya islami di lingkungan sekolah. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada penguatan spiritualitas melalui program harian.

“Kami mengajak seluruh elemen madrasah, mulai dari guru hingga siswa, untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas program pembiasaan baik yang telah kita jalankan. Salah satunya adalah konsistensi dalam melaksanakan shalat Dhuha berjamaah,” ungkap Hj. Rosmawati.

Menurutnya, program pembiasaan seperti shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur’an adalah instrumen utama dalam membentuk ekosistem madrasah yang religius dan berintegritas.

Menuju Madrasah Berkarakter Islami

Peringatan yang digelar di Masjid Baiturrahman Milan ini juga menjadi ajang refleksi bagi pengembangan visi madrasah ke depan. Harapannya, melalui kegiatan rutin seperti pengajian angkatan, MAN Tana Toraja dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni.

Pengembangan madrasah berkarakter islami di Tana Toraja diharapkan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan menanamkan nilai-nilai Isra Mikraj, siswa diharapkan memiliki daya tahan mental yang kuat, kejujuran dalam bertindak, dan rasa hormat yang tinggi kepada orang tua serta guru.

Kegiatan ini ditutup dengan ceramah agama yang mengupas hikmah perjalanan Isra Mikraj secara mendalam. Para siswa kelas X tampak antusias mengikuti jalannya pengajian.

Dengan suksesnya acara ini, MAN Tana Toraja kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAK (Iman dan Takwa), demi mewujudkan profil pelajar yang moderat dan berakhlakul karimah. (AN)