Gerakan Hijau dari Kelas: Guru MAN Tana Toraja Serius Resapi ‘Cinta Lingkungan’ Demi Sukseskan KBC & Toraja Masero

Makale, Humas MAN Tana Toraja – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas spiritual dan intelektual, tetapi juga peduli bumi, kembali dipertegas hari ini. Seluruh tenaga pendidik mengikuti sesi ketiga program Guru Belajar yang difokuskan pada Panca Cinta Edisi 3: Cinta Lingkungan. Kegiatan ini menegaskan peran strategis guru sebagai motor penggerak kesadaran ekologis di tengah tantangan perubahan iklim global.

Pengawas Madrasah Pimpin Penguatan Nilai Ekologis

Penguatan materi tentang nilai ‘Cinta Lingkungan’ pada edisi Panca Cinta kali ini dibawakan langsung oleh Hj. Nirwana Nurdin, Pengawas Madrasah. Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 11 Desember 2025, di Ruang Guru MA Negeri Tana Toraja ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru, menunjukkan keseriusan sekolah dalam mengintegrasikan isu keberlanjutan ke dalam kurikulum.

Hj. Nirwana Nurdin dalam paparannya menyoroti betapa nilai cinta lingkungan kini bukan lagi sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan sebuah gaya hidup (lifestyle) yang wajib diinternalisasi oleh pendidik sebelum ditransfer kepada peserta didik, khususnya Gen Z yang dikenal aktif dalam isu-isu sosial dan lingkungan.

“Lingkungan adalah ruang kelas terbesar kita. Sebelum kita bisa meminta siswa kita menjaga kebersihan atau melakukan daur ulang, kita sebagai pendidik harus menjadi contoh nyata. Nilai cinta lingkungan ini adalah link penting yang menyambungkan kesalehan spiritual dengan kesalehan sosial dan ekologis,” tegas Hj. Nirwana Nurdin.

Panca Cinta Sejalan dengan Visi Toraja Masero

Penerapan nilai Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta di MAN Tana Toraja ini mendapatkan momentum kuat karena senada dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, yaitu Toraja Masero. Program ‘Masero’ yang berarti bersih atau asri, menunjukkan bahwa inisiatif sekolah ini tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan lingkungan yang indah, bersih, dan nyaman.

Dengan demikian, para guru tidak hanya mengajar teori, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam gerakan regional. Ini membuat materi pembelajaran menjadi sangat kontekstual dan relevan, mengajarkan siswa bahwa tanggung jawab lingkungan dimulai dari halaman sekolah hingga lingkup kabupaten.

Implementasi Maksimal di Kelas dan Komunitas

Setelah diserap dan diresapi oleh para pendidik, materi ini selanjutnya akan diimplementasikan secara maksimal dalam pembelajaran. Targetnya adalah menumbuhkan kebiasaan positif pada siswa, seperti: pengurangan sampah plastik, inisiatif penghijauan sekolah, hemat energi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi di Tana Toraja.

Sementara Bagi generasi Milenial dan Gen Z, isu lingkungan adalah call to action. Guru yang telah diperkuat dengan nilai ‘Cinta Lingkungan’ akan lebih mudah menginspirasi siswa untuk bergerak, mengubah kepedulian di media sosial menjadi aksi nyata di lingkungan sekitar, menjadikan MAN Tana Toraja sebagai pionir sekolah berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.(An)