Ekoteologi dan Fun: MAN Tana Toraja Rayakan Milad ke-31 dengan Aksi Bersih Lingkungan yang Menyenangkan

Makale, Humas MAN Tana Toraja (8/12/2025) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja sukses menggelar perayaan milad ke-31 dengan konsep yang tidak biasa, menggabungkan kesehatan, seni, dan kepedulian lingkungan dalam satu rangkaian acara. Puncak dari perayaan ini adalah kegiatan Jalan Sehat yang secara eksplisit mengusung prinsip Ekoteologi.

Aksi Jalan Sehat Ratusan Peserta Berubah Jadi Gerakan “Eco-Fun” yang Selaras dengan Jargon Kemenag Berdampak. jalan santai tidak lagi sekadar seremoni tetapi menjadi ajang edukasi dan aksi nyata membersihkan lingkungan.

Ratusan siswa, guru, dan staf MAN Tana Toraja pada hari ini tumpah ruah di jalanan, bukan hanya untuk bersantai, melainkan untuk membuktikan bahwa merayakan ulang tahun madrasah bisa sekaligus menjadi motor penggerak perubahan.

Mengawali rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dan peringatan Milad ke-31, Jalan Sehat ini diwarnai dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Inisiatif ini menegaskan komitmen madrasah terhadap konsep Ekoteologi—keterkaitan antara nilai agama, spiritualitas, dan pelestarian alam—sejalan dengan semangat Kementerian Agama (Kemenag) Berdampak.

Kegiatan diawali dengan nuansa spiritual yang khidmat. Seluruh partisipan berkumpul untuk melaksanakan tadarrus (membaca Al-Qur’an) dan do’a bersama. Hal ini menjadi penanda bahwa kegiatan fisik yang akan dilakukan memiliki akar spiritual yang kuat, mencerminkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari perintah agama.

Setelah sesi spiritual, barulah kegiatan inti Jalan Sehat dimulai. Ratusan peserta berbaris rapi, namun ini bukanlah jalan santai biasa. Setiap peserta dibekali kantong sampah dan diminta untuk aktif membersihkan setiap area yang mereka lewati, menjadikan jalur yang dilalui sebagai “koridor bersih” sementara.

Aksi pungut sampah yang melibatkan ratusan peserta ini secara efektif menarik perhatian bagi milenial dan Gen Z. Di tengah isu perubahan iklim dan krisis sampah yang semakin mendesak, kegiatan ini menawarkan solusi praktis dan fun bagi generasi muda untuk terlibat langsung, sekaligus menciptakan konten positif yang relevan.

Prinsip Ekoteologi yang diangkat madrasah ini tidak sekadar teori di kelas. Implementasi lapangan melalui kegiatan Jalan Sehat ini menjadi laboratorium nyata untuk menanamkan kesadaran bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab penuh atas kelestarian alam.

Kepala MAN Tana Toraja, Hj. Rosmawati, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya madrasah untuk menciptakan dampak positif, baik bagi kesehatan internal komunitas madrasah maupun lingkungan eksternal.

“Ekoteologi dan gerakan bersih lingkungan ini adalah nafas dari pendidikan madrasah saat ini. Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya mencetak insan yang cerdas secara akademis dan religius, tetapi juga peduli dan berdampak nyata bagi bumi yang kita tinggali. Ini sejalan dengan jargon Kemenag Berdampak,” jelas Hj. Rosmawati.

Ia menambahkan, keterlibatan ratusan peserta dalam aksi bersih-bersih ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari komunitas madrasah dalam merangkul gaya hidup sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Rangkaian acara ini juga menjadi momentum pembukaan PORSENI, yang akan menampilkan berbagai kompetisi olahraga dan seni, diharapkan menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antar siswa.

Sejumlah hadiah dan doorprize menarik turut disediakan oleh panitia untuk memeriahkan acara. Namun, fokus utama tetap pada proses edukasi dan aksi Ekoteologi. (An)